kodealam bandar togel terpercaya width=
Agen TOGEL supertogel

Jangan Sampai Hukum Diperjual belikan

www.kilastogel.com

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan pembekalan kepada 1.591 calon hakim di lingkungan Mahkamah Agung (MA). Di hadapan para calon hakim itu, Jokowi menegaskan jangan sampai ada jual-beli hukum.

Jokowi mengatakan sistem, proses, dan praktik hukum, dan dunia peradilan adalah pilar utama untuk membangun pondasi kemajuan bangsa. Rasa keadilan dan kepastian hukum juga adalah pilar yang sangat utama.

“Banyak contoh, negara-negara akhirnya terpuruk menjadi negara lemah atau bahkan menjadi negara gagal, karena memang gagal menghadirkan hukum yang terpercaya,” ujar Jokowi di gedung auditorium Badan Litbang Diklat Kumdil Mahkamah Agung, Megamendung, Bogor, Jawa Barat

Jokowi pun menegaskan jangan sampai hukum di Indonesia menjadi lemah. Hukum harus kuat dalam memberikan rasa keadilan.

“Hukum harus memberikan fondasi yang kuat untuk lompatan kemajuan Indonesia. Memberikan pondasi yang kuat untuk membangun kesejahteraan rakyat kita. Membangun keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegas Jokowi.

Jokowi juga mengingatkan agar hukum tidak diperjualbelikan. Jika terjadi, hal itu akan meruntuhkan kepercayaan masyarakat kepada negara.

“Jangan sampai terjadi hukum yang bisa diperjualbelikan, yang bisa diperdagangkan. Hal ini akan meruntuhkan kepercayaan rakyat dan kepercayaan masyarakat internasional terhadap institusi-institusi negara kita. Yang bisa meruntuhkan kepercayaan pada institusi-institusi yang seharusnya memegang amanah menjaga keadilan

Jokowi yakin Mahkamah Agung dan badan peradilan di bawahnya selalu menjadi institusi yang berwibawa dan dapat dipercaya rakyat.

“Ini akan bisa terwujud jika Saudara-saudara calon hakim menjadi hakim-hakim yang berintegritas, hakim-hakim yang adil, hakim-hakim yang tidak diragukan lagi kejujurannya,” katanya.

Jokowi berpesan kepada para calon hakim agar memegang betul kejujuran dan integritas selama berkarier sebagai hakim.

“Jadilah contoh dan teladan bagi profesi-profesi lainnya. Rakyat Indonesia mengharapkan Saudara-saudara menjadi hakim-hakim yang adil, hakim-hakim yang profesional dan berintegritas, hakim-hakim yang bermartabat, hakim yang memberikan rasa keadilan, yang memberikan fondasi bagi lompatan-lompatan kemajuan Indonesia. Dan memberikan fondasi yang kuat untuk meningkatkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Presiden Joko Widodo memberikan pembekalan kepada 1.591 calon hakim lingkungan Mahkamah Agung (MA). Jokowi mengingatkan bahwa masa depan peradilan Indonesia ada di pundak calon hakim ini.

Jokowi mengatakan rekrutmen calon hakim baru ini merupakan salah satu yang terbesar di Indonesia. Pada awal pendaftaran, ada 25 ribu peminat yang mendaftar yang kemudian diseleksi berkali-kali hingga terpilih 1.591 orang.

 

Saya ucapkan selamat kepada 1.591 putra-putri terbaik Indonesia yang telah lolos seleksi menjadi calon hakim. (Jumlah) 1.591 adalah jumlah yang besar. Itu sekitar 20 persen dari jumlah hakim yang ada di seluruh badan peradilan saat ini. Artinya, masa depan peradilan Indonesia ada di pundak Saudara-saudara sekalian,” ujar Jokowi di gedung auditorium Badan Litbang Diklat Kumdil Mahkamah Agung, Megamendung, Bogor, Jawa Barat, Rabu (21/2/2018).

Jokowi menyebut kekuasaan kehakiman agung dan badan peradilan di bawahnya adalah pilar yang sangat penting bagi Indonesia.

“Kemajuan kita sebagai bangsa ditentukan oleh pilar-pilarnya yang kuat, pilar-pilarnya yang kokoh. Baik pilar kekuasaan legislatif pilar kekuasaan eksekutif maupun pilar kekuasaan yudikatif,” katanya.

Untuk bisa menjadi pilar yang kuat dan kokoh, lanjut Jokowi, kuncinya adalah kepercayaan. “Kepercayaan dari rakyat, kepercayaan dari para pencari keadilan, kepercayaan dari dunia internasional

Jokowi juga mengingatkan soal besarnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang juga sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia dan negara demokrasi terbesar ketiga di dunia.

“Kita adalah negara demokrasi terbesar ke-3 di dunia. Kita adalah negara muslim terbesar di dunia. Dan sekaligus negara muslim yang damai, demokratis, dan penuh toleransi. Kita adalah ekonomi besar dunia. Indonesia adalah satu-satunya negara ASEAN yang masuk dalam G-20. Oleh sebab itu, kita harus menjaga kebesaran negara kita, Indonesia,” paparnya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti soal sikap masyarakat, terutama di media sosial. Saat ini, jika ada kesalahan sedikit saja oleh aparatur negara, itu akan jadi viral di media sosial.

Hal itu disampaikan Jokowi saat memberi bekal kepada 1.591 CPNS calon hakim di lingkungan Mahkamah Agung (MA). Dalam sambutannya, Jokowi menyinggung soal peningkatan sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

“Mulai tahun depan, kita akan memulai pembangunan besar-besaran di bidang SDM. Karena kekuatan SDM pilar utama kita. Sebab, dunia berubah sangat cepat. Berubah cepat. Inilah yang harus kita antisipasi,” ujar Jokowi di gedung auditorium Badan Litbang Diklat Kumdil Mahkamah Agung, Megamendung, Bogor, Jawa Barat,

Menurut Jokowi, perubahan cepat tersebut berbasis digital. Hal ini tidak cuma dialami Indonesia, tapi juga terjadi secara global.
Akibat perubahan yang cepat ini, lanjut Jokowi, sistem organisasi, terutama di sektor swasta, juga mengalami perubahan sangat besar. Termasuk perubahan sikap masyarakat yang semakin kritis.

“Masyarakat juga semakin kritis. Kesalahan sedikit oleh aparatur negara akan cepat viral di media sosial. Ini yang harus cepat kita antisipasi,” ujar Jokowi.

Karena itu, menurut Jokowi, perubahan yang cepat ini harus dikuatkan dengan memperkokoh penerapan Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat. Jangan terjebak pada middle income track, yakni negara berkembang yang tidak bisa maju.

“Kita harus bisa menerobos agar bisa menjadi negara maju. Kuncinya, kepercayaan. Kepercayaan masyarakat internasional pada negara kita. Peringkat kemudahan berusaha di Indonesia kita naik dari peringkat 120 jadi 72. Akhir tahun 2017, fitch rating menaikkan peringkat investasi BBB- menjadi BBB. Ini harus terus kita jaga dan tingkatkan. Ini adalah kepercayaan. Tetapi yang masih banyak dikeluhkan oleh masyarakat, pengusaha, investor, terlalu banyak aturan-aturan dan regulasi. Berbelit-belit perizinan.

Presiden Joko Widodo menebus vinyl grup musik Metallica yang sebelumnya sudah ditetapkan menjadi milik negara. Jokowi lalu mengisahkan lagi bagaimana dia menerimanya sebagai cenderamata.
Jokowi menceritakan saat dia mendapatkan vinyl Metallica itu dari Perdana Menteri Denmark Lars Lokke Rassmussen yang datang ke Indonesia pada akhir bulan November 2017 lalu. Jokowi lalu melaporkannya ke KPK sebagai bentuk gratifikasi.
Jokowi mengungkapkan keistimewaan dari vinyl tersebut yaitu tanda tangan dari drummer Metallica, Lars Ulrich. “Ia tahu saya penggemar musik rock Metallica dan kami pun pernah bertemu di Jakarta beberapa tahun silam.

Sebelumnya diberitakan, Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono mengatakan Jokowi telah melaporkan vinyl Metallica itu pada 7 Desember 2017 dan telah ditetapkan menjadi milik negara melalui SK Nomor 219 Tahun 2018.

“Uang pengganti barang berupa deluxe box set Metallica judul ‘Master of Puppets’ senilai Rp 11.079.019 telah diterima KPK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *