kodealam bandar togel terpercaya width=
Agen TOGEL supertogel

Mobil Mewah Bupati HST yang Dibawa KPK Tiba di Jakarta Pekan Depan

www.kilastogel.com

Total 16 tunggangan Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) nonaktif Abdul Latif disita KPK. Enam belas mobil mewah dan motor gede (moge) itu dibawa KPK dari Kalimantan Selatan (Kalsel) ke Jakarta menggunakan kapal laut.

Proses pemindahan itu disebut memakan waktu 1 minggu lamanya. Nantinya 16 mobil mewah-moge itu akan dititipkan di rumah penyimpanan benda sitaan negara (rupbasan).

“Perjalanan sekitar seminggu lewat laut,” kata Kabiro Humas KPK Febri

Yang sekarang itu masih dalam perjalanan adalah membawa 8 mobil dan 8 motor tersebut ke Jakarta dan untuk kemudian dititipkan di rupbasan,” sambung Febri.

Mobil mewah-moge itu diperlukan KPK terkait proses pembuktian terhadap dugaan tindak pidana terhadap Abdul Latif. Apabila terbukti melalui proses persidangan, maka 16 kendaraan bermotor itu akan dilelang KPK.

“Untuk proses lebih lanjut, baik perawatan, kebutuhan pembuktian dan nanti proses lelang,” kata Febri.

Jadi dalam proses penyitaan itu salah satu yang kita dapat proses tentu saja barang-barang bukti terkait dengan tindak pidana. Karena seperti yang sudah disampaikan sebelumnya dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan, OTT pada saat itu, secara pararel mendalami penerimaan lain yg masih terkait di sana,” imbuh Febri.

Berikut 16 mobil mewah dan moge yang dibawa KPK ke Jakarta:

Mobil:
– 2 unit Rubicon
– 2 unit Hummer
– 1 unit Cadillac Escalade
– 1 unit Vellfire
– 1 unit BMW sport
– 1 unit Lexus SUV

Motor:
– 4 unit Harley Davidson
– 1 unit BMW
– 1 unit Ducati
– 2 unit Trail KTM

Abdul Latif diduga menerima suap bersama dengan dua orang lainnya, yaitu Fauzan Rifani selaku Ketua Kadin HST Kalsel dan Abdul Basit selaku Direktur PT Sugriwa Agung. Sedangkan pemberi suap adalah Donny Witono selaku Direktur Utama PT Menara Agung.

Pemberian suap itu diduga terkait pembangunan ruang kelas I, kelas II, VIP dan Super VIP di RSUD Damanhuri. Dugaan commitment fee proyek ini adalah 7,5 persen atau sekitar Rp 3,6 miliar.

Realisasi pemberian itu disebut KPK terbagi menjadi dua termin. Termin pertama pada rentang September-Oktober 2017 sebesar Rp 1,8 miliar dan termin kedua pada 3 Januari 2018 sebesar Rp 1,8 miliar.

Barang bukti yang diamankan KPK adalah rekening koran atas nama PT Sugriwa Agung dengan saldo Rp 1,825 miliar dan Rp 1,8 miliar, uang dari brankas di rumah dinas Latif sebesar Rp 65.650.000, dan uang dari tas Latif sebesar Rp 35 juta

KPK menyita delapan mobil mewah dan delapan sepeda motor milik Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) Kalsel nonaktif Abdul Latif. Semua kendaraan akan dibawa ke Jakarta.

“Dibawa ke Jakarta delapan mobil dan delapan motor,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada detikcom, Selasa (13/3/2018).

“Kendaraan dibawa dengan kapal ke Jakarta, hari ini mungkin masih dalam perjalanan, kemarin dibawa ke Jakarta,” imbuh Febri.

Mobil yang disita KPK adalah 2 unit Rubicon, 2 unit Hummer, 1 unit Cadillac Escalade, 1 unit Toyora Vellfire, 1 unit BMW Sport, dan 1 unit Lexus SUV. Untuk motor, ada 4 unit Harley-Davidson, 1 unit BMW, 1 unit Ducati, dan 2 unit trail KTM.
Latif diduga menerima suap bersama dengan dua orang lainnya, yaitu Fauzan Rifani selaku Ketua Kadin HST Kalsel dan Abdul Basit selaku Direktur PT Sugriwa Agung. Sedangkan pemberi suap adalah Donny Witono selaku Direktur Utama PT Menara Agung.

Pemberian suap itu diduga terkait pembangunan ruang kelas I, kelas II, VIP dan Super VIP di RSUD Damanhuri. Dugaan commitment fee proyek ini adalah 7,5 persen atau sekitar Rp 3,6 miliar.

Realisasi pemberian itu disebut KPK terbagi menjadi dua termin. Termin pertama pada rentang September-Oktober 2017 sebesar Rp 1,8 miliar dan termin kedua pada 3 Januari 2018 sebesar Rp 1,8 miliar.

“Sebagai komisi, DON (Donny Witono) melakukan transfer ke FRI (Fauzan Rifani) sejumlah Rp 25 juta,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan

Barang bukti yang diamankan KPK adalah rekening koran atas nama PT Sugriwa Agung dengan saldo Rp 1,825 miliar dan Rp 1,8 miliar, uang dari brankas di rumah dinas Latif sebesar Rp 65.650.000, dan uang dari tas Latif sebesar Rp 35 juta.

Atas perbuatannya, Latif, Fauzan, dan Abdul dijerat dengan Pasal 12 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Sedangkan Donny dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Ketua KPK Agus Rahardjo menyebut Bupati Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan (HST Kalsel) Abdul Latif menampung duit suap di sebuah perusahaan. Agus menyebut kemungkinan penerapan tindak pidana pencucian uang (TPPU) akan diterapkan terkait kasus itu.

Selain Latif, KPK menetapkan 3 orang tersangka lainnya yaitu Donny Winoto (Direktur Utama PT Menara Agung), Fauzan Rifani (Ketua Kadin Barabai HST Kalsel) dan Abdul Basit (Direktur PT Sugriwa Agung). Donny selaku pemberi suap, sedangkan 2 orang lainnya adalah penerima suap.

“Itu sebetulnya dari penyelidikan kami, PT itu (PT Sugriwa Agung) pada waktu bupati jadi kontraktor, PT itu punya bupati. Ketika diberikan (suap) langsung ditampung di PT itu,” ujar Agus di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (5/1/2018).

Nanti mudah-mudahan ada pengembangan lebih lanjut kalau bicara soal TPPU, karena di sana banyak proyek yang dikerjakan PT itu,” imbuh Agus.

Sebelumnya Agus juga membeberkan rekam jejak Latif. Agus menyebut sebelum kasus ini, Latif pernah dibui terkait kasus korupsi.

“Perlu kami sampaikan bahwa ALA (Abdul Latif) yang diproses kali ini pernah diproses dalam kasus korupsi pada 2005-2006 dalam kasus korupsi pembangunan unit sekolah baru SMAN 1 Labuan Amas Utara dengan anggaran Rp 711.880.000 hingga diputus di pengadilan,” ucap Agus.

Saat itu, Latif berperan sebagai kontraktor swasta. Modusnya yaitu dengan tidak menyelesaikan proyek sehingga menimbulkan kerugian keuangan negara.

Setelah dibui, Latif mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Kalsel periode 2014-2019 dan terpilih. Setahun jadi anggota dewan, Latif maju ke pemilihan bupati.

“Abdul Latif menjadi Bupati Hulu Sungai Tengah periode 2016-2021 hingga terpilih dan dilantik pada Februari 2016,” ujar Agus.

Dalam kasus kali ini, Latif diduga menerima suap dari kontraktor terkait proyek pembangunan ruang kelas I, kelas II, VIP dan Super VIP di RSUD Damanhuri di wilayahnya. Agus menyebut commitment fee untuk suap sebesar Rp 3,6 miliar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *